Beranda > WARTA PEMBANGUNAN > PEMBANGUNAN

PEMBANGUNAN


Di sadur dari links jatim.go.id

PRIORITASKAN PEMBANGUNAN JALUR PANTURA DI JATIM

Pemerintah pusat melalui Departemen Pekerjaan Umum (DPU), pada tahun 2008 akan memprioritaskan pembangunan dan pemeliharaan jalur Pantura di Jatim. Pemerintah pusat akan mengalokasikan dana sebesar Rp 545,3 miliar, untuk pembangunan jalan Pantura tersebut.

Pemerintah pusat melalui Departemen Pekerjaan Umum (DPU), pada tahun 2008 akan memprioritaskan pembangunan dan pemeliharaan jalur Pantura di Jatim. Pemerintah pusat akan mengalokasikan dana sebesar Rp 545,3 miliar, untuk pembangunan jalan Pantura tersebut.
Jika dibandingkan 2006, alokasi pada 2008 jumlahnya megalami peningkatan enam kali lipat, dimana tahun lalu hanya sebesar Rp 82 miliar. Untuk pemeliharaan jalan dan jembatan tahun ini, dialokasikan sebesar Rp 80 miliar. Sementara untuk proyek Satuan Kerja Pelaksana Daerah (SKPD) jalan dan jembatan Nasional yang pelaksanaan tugasnya ada di Dinas PU Bina Marga Jatim, sebesar Rp 115 miliar.
Menurut Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat, Ditjen Bina Marga DPU, Ir Hediyanto Husaini saat melakukan peninjauan di perlintasan jalan nasional, tepatnya di empat kabupaten yakni Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik, Rabu (14/11) mengatakan, secara struktur kondisi jalan dan jembatan Nasional sangat kolaps dan terpuruk. Meski dibanyak ruas lapisannya masih baik. Karena secara geografis, jalan Pantura kondisi tanahnya bergerak atau labil, sehingga mempengaruhi kualitas aspalnya.
Selama tiga tahun terakhir, jalan dan jembatan jalur Pantura di Jatim sangat tertinggal jika dibanding dengan kondisi jalur Pantura di propinsi lainnya. Ini karena selama tiga tahun terakhir dana yang seharusnya diprioritaskan untuk pemeliharaan dan pembangunan jalan tersebut dialihkan untuk pembangunan Jembatan Suramadu.
Untuk mengembalikan kerusakan jalur Pantura di Jatim seperti sebelumnya, upaya yang dilakukan DPU yakni kembali melakukan pembangunan pada beberapa ruas dengan sistem multiyears. Di antaranya pada ruas Widang-Gresik dengan alokasi dana sebesar Rp 147 miliar.
Dalam melakukan perbaikan jembatan, pemerintah akan menggunakan konstruksi beton dan lapisan atasnya di lapisi dengan aspal baru. Dengan dobel konstruksi tersebut diharapkan umur jembatan di Pantura akan bertahan lebih lama meski kondisi alamnya tidak stabil.
Menyinggung tentang lambatnya pembangunan Jalur Lintas Selatan Jatim, Hediyanto menuturkan, 2008 nanti pemerintah akan melebarkan beberapa ruas yang saat ini masih sempit. Ruas tersebut berada di jalur Kabupaten Pacitan dan Trenggalek. Pada jalur tersebut saat ini lebar jalan hanya berkisar 3-4 m dan akan dilebarkan rata-rata menjadi 7 m.
Diakuinya, pembangunan jalan-jalan tersebut memang tersendat pendanaan. Pasalnya alokasi anggaran untuk perbaikan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sering dialihfungsikan ke bidang lain sepeti pengentasan kemiskinan, peningkatan pendidikan dan bidang lainnya.
Menurutnya, jika pembangunan jalan tidak segera dilakukan akan mengganggu perkembangan aktivitas ekonomi. Bahkan, jika pembanguan tersebut segera dijalankan dan masyarakat mendukungnya dengan peran serta mau membebaskan tanah miliknya maka aktivitas ekonomi lebih maju.
Kepala Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional V, Ir Mohammad Yusid Thayyi MSc mengatakan, tingginya anggaran yang dialokasikan tahun ini sebenarnya merupakan pengajuan dari alokasi tahun 2007. Namun pemerintah pusat baru menganggarkannya pada tahun ini.
Secara rinci, proyek pembangunan jembatan dan jalan di Pantura dibagi 10 sub. Yakni pertama, jalur Bojonegoro, Padangan, Ngawi, Bojonegoro, Babat dengan alokasi dana Rp 49,7 miliar. Kedua, jalur Mantingan, Ngawi, Sarangan, Cemorosewu, Ngawi Ringroad, transisi jalan Mantingan Ngawi dengan alokasi dana Rp 72 miliar.
Ketiga, jalur Babat, Widang, Lamongan dan transisi jalan Widang Gresik dengan alokasi dana Rp 76 miliar, keempat, jalur Tilang, Probolinggo, Mlandingan, Gempol Pasuruan, dengan alokasi dana sebesar Rp 105,3 miliar. Kelima, jalur Mlandingan, Situbondo, Banyuwangi sebesar Rp 42,9 miliar, keenam, jalur Jembatan Sedayu Lawas, Bayeman 3, Grobogan, Jembatan Jeruk dengan alokasi dana sebesar Rp 17,1 miliar.
Ketujuh, jalur Lingkar Mojoagung, Kertosono Kediri sebesar Rp 42,9 miliar. Kedelapan, jalur Pacitan/Sidomulyo, Hadiwarno dengan alokasi dana Rp 60 miliar. Kesembilan, Jalur Lingkar Selatan Jatim sebesar Rp 40,5 miliar serta kesepuluh, berada dalam Kota Malang dengan alokasi dana Rp 35 miliar.
Menurut Yasid, alokasi dan yang dikucurkan pemerintah pusat tersebut baru bisa menutupi 40% dari total anggaran untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan Jalur Pantura di Jatim. Rencananya, 2009 nanti atau pasca rampungnya membangun Jembatan Suramadu, seluruh jalan di Jatim akan dilakukan pembangunan dan perbaikan total. *(jal,sti)

 

  1. Desember 26, 2007 pukul 2:50 am

    semoga ini tidak hanya jadi rencana tetapi betul2 di realisasikan,

  2. April 3, 2008 pukul 10:08 am

    Syukur, mudah-mudahan cpat terealisasi dan smoga dapat menambah kemajuan perekonomian di Bojongoro dan sekitarnya terutama Ngrahoku tercinta.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: